Assalamualaikum Wr
Nama Ahmad Yasin, S.Pd.
calon guru penggerak angkatan 9
SMKN 1 JEPON Kabupaten Blora.
dalam kesempatan ini Saya akan menyampaikan kesimpulan dan refleksi terhadap materi modul 1.1 tentang pemikiran Filososfi pendidikan Ki hajar Dewantara.
Ki Hajar Dewantara adalah pelopor pendidikan di Indonesia, Beliau bangsawan Jawa dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Pada jaman kolonial pendidikan sangatlah terbatas, dari kalangan masyarakat biasa diajarkan pembelajaran membaca menulis dan berhitung dasar dengan tyujuan untuk membantu perdagangan para pemilik kongsi/pedagang hindia belanda dan hanya anak-anak bangsawan yang bisa sekolah untuk mendidik calon pagawai. Tahun 1922 lahir Taman Siswa di Jogyakarta sebagai pelopor dari sebuah proses kemerdekaan dan kebudayaan bangsa.
Menurut pemikiran Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, dalam konteks pendidikan menuntun segala kekuatan qodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pada dasarnya guru hanya bisa menuntun, mengayomi, memberi contoh, membangun semangat dan memotivasi anak seperti semboyan Ki hajar Dewantara “ Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani”.Semboyan Ki hajar Dewantara tersebut perlu kita pahami dan kita laksanakan untuk membawa perubahan pendidikan menjadi lebih baik. Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau di wariskan. Dan Pendidik di ibaratkan petani/tukang kebun kehidupan yang fungsinya menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan qodrat yang ada pada anak, agar memperbaiki lakunya hidup dan tumbuhnya kekuatan qodrat anak. Maka dari itu sebagai guru mampu menuntun lakunya anak sesuai garis qodrat anak agar anak bisa merdeka lahir dan batin, guna bekal hidup di masayarakat.
Selanjutnya saya akan merefleksi diri melalu 3 pertanyaan berikut:
Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Sebelum saya mempelajari modul 1.1 mengenai Refleksi Pemikiran Pendidikan KHD saya mempunyai beberapa keyakinan bahwa:
- Kegiatan pembelajaran akan berhasil apabila guru lebih mendominasi dalam proses pembelajaran. sebab guru berfungsi sebagi subjek penyampaian ilmu pengetahuan.
- Saya meyakini kelas yang hening merupakan gambaran kegiatan belajar yang efektif
- Saya sering memaksakan agar anak meyelesaikan tugas/kegiatan sampai selesai dan memberikan hukuman kepada siswa yang tidak menyelesaikan tugas dengan cara mengurangi jam istirahat mereka.
- Kegiatan pembelajaran selalu di dalam kelas dan murid lebih banyak mengerjakan tugas selesai mereka menerima materi.
Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?
Setelah saya mempelajari modil 1.1 tentang Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara banyak pemahaman yang saya dapatkan. saya merasa tercengang dengan filosofi pendidikan ki hajar dewantara, bagaimana selama ini saya telah membunuh karakter mereka sebagai anak, memaksakan kehendak saya sebagai orang yang lebih tahu segalanya dibandingkan mereka. Pemikiran KHD terhadap pendidikan sangat bagus dan membuat saya mengerti bagaimana sebaiknya melakukan kegiatan pembelajaran dan memperlakukan anak-anak. Saya akan lebih memberi dorongan dan tuntunan terhadap segala kekuatan qodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Guru sebagai among yang menuntun segala qodrat pada anak yaitu qodrat alam dan qodrat zaman. Qodrat alam yang di miliki anak yaitu kemampuan atau potensi yang di miliki anak sejak lahir, hanya saja masih seperti garis samar, tugas seorang guru adalah menebalkan garis samar tersebut, gari atau kemampuan yang di miliki anak yang semula belum baik maka dituntun untuk menjadi baik dan yang sudah baik dituntun menjali lebih baik lagi. Itulah seorang guru sebagai among yang menuntun anak untuk membangun pengetahuan dan budi pekerti, agar mereka memerdekakan diri sendiri dan orang lain. Seorang pendidik dan seluruh warga sekolah harus menanamkan nilai-nilai karakter budi pekerti peserta didik sehingga anak-anak bisa menyikapi kehidupan di masa mendatang. Pendidik juga harus menghargai keragaman, bahwasanya setiap anak mempunyai sifat unik yang artinya mereka mempunyai kemapuan yang berbeda-beda antar satu dengan yang lain. Tentunya karakteritik anak yang berbeda-beda tersebut tidaklah sama penangananya.
Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
Hal-hal yang akan saya rubah untuk mencerminkan pendidikan Ki Hajar Dewanatara adalah saya akan memberi berbagai hak mereka sebagai anak yang merdeka sebagi insan yang memiliki kebebasana untuk menentukan mana yang mereka sukai, minati dan mana yang tidak layak diberikan sebagi sebuah bentuk paksaan, saya akan memberikan tuntunan kepada setiap individu dari anak anak didik saya untuk mereka mengekspresikan apa yang mereka inginkan apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka miliki untuk saya asah, saya tuntun dan saya ayomi. saya akan membiarkan mereka memilih cara belajarnya sendiri, akan memberi kebebasan pada anak untuk memilih kegiatan dalam belajar sesuai dengan minat dan kebutuhan anak, saya tidak akan memaksa anak untuk mengerjakan suatu kegiatan sampai selesai dan baru bisa menilainya, karena kemampuan anak hanya bisa di lihat dari prosesnya bukan hasilnya. Kegiatan pembelajaran yang saya lakukan lebih banyak mendorong anak untuk berfikir kritis, kreatif dengan membangun semangat dan memberi kalimat-kalimat pemantik, sehingga pembelajaran lebih berpusat pada anak. Perkataan-perkataan yang saya berikan pada anak lebih banyak yang membangun semangat tidak mendoktrin dan menghukumi anak. Selain itu saya juga tidak memaksakan anak untuk mengerjakan kegiatan yang saya pilih, akan tetapi saya lebih membangun tanggung jawab pada anak untuk bisa bertanggung jawab apa yang menjadi kewajibanya. Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, inovatif saya menyiapkan kegiatan pembelajaran yang beragam dengan beberapa ragam main, selain itu juga terkadang kami melakukan kegiatan pembelajaran dilingkungan luar kelas dengan belajar di alam terbuka secara terstruktur tentu selain menghilangkan rasa jenuh juga untuk memberikan pengalaman yang nyata tentang alam dan lingkungan sekitar mereka, belajar memahami apa yang ada dilingkungan mereka, belajar berinteraksi dengan lingkungan untuk menumbuihkan rasa cinta dan mengenal kaerifan lokal dilingkungannya agar mereka merasa bangga dan mau untuk melestarikannya baik dari aspek sosial, ekonomi maupun budaya.
Wassalamualaikum wr.wb Terimaksi



